Reunion (after 20 years)

Posted: 17 February 2008 in SMP Frater

Gimana rasanya bertemu kembali dengan teman-teman lama yang sudah berpisah selama 20 tahun? Senang, mengharukan, penasaran, nostalgia, semangat, tawa dan masih banyak lagi kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan saat terjadi “REUNION“. 20 tahun bukanlah waktu yang singkat, banyak perubahan telah terjadi seperti yang sebelumnya kurus menjadi gemuk dan yang sebelumnya gemuk menjadi semakin gemuk lagi. Tapi tidak hanya fisik yang berubah, perilaku beberapa orang diantara kami juga ada yang berubah, maklum sudah bukan anak SMP lagi. Ok buat teman-teman yang kemarin tidak ikutan acara reuni ini saya akan mencoba bercerita mengenai pengalaman reuni SMP Frater – Makassar angkatan 1984-1987 ini.

Jumat 8 Pebruari 2008 subuh setelah hanya tertidur 2 jam karena terlalu exciting akhirnya saya terbangun pukul 04.00 tepat. Setelah berbaring sebentar untuk menghilangkan perasaan ngantuk saya segera mandi dengan air dingin biar ngantuknya hilang total. Jam 05.00 tepat Silver Bird yang saya pesan semalam sudah standby di depan rumah saya. Pukul 05.15 saya berangkat dari rumah langsung menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Dalam perjalanan saya mencoba menghubungi beberapa orang teman untuk janjian berangkat bareng tapi saya hanya berhasil menghubungi Louis, Erfan, Harland, Poppy dan Ita sedangkan Tjiu Ing a.k.a Winda dan Sumito tidak berhasil saya hubungi. Saya adalah peserta ke 2 dari 8 orang rombongan kami yang tiba di Bandara pertama kali pada pukul 06.00 pagi itu, dan Louis adalah perserta pertama. Setelah mengkonfirmasi ke yang lain ternyata mereka masih jauh, Erfan baru berangkat dari rumahnya di ujung selatan Jakarta, Harland masih di Mampang, Poppy masih di Pejaten dan Ita juga masih di jalan. Akhirnya saya dan Louis masuk duluan untuk check-in. Kami akan menumpang pesawat Batavia Air dengan flight number 7P-843 yang menurut schedule akan boarding pukul 07.30. Sesampai di ruang tunggu saya bertanya kepada Louis, apakah yang duduk itu adalah Tjiu Ing? Awalnya Louis ragu-ragu tapi kelihatannya sih memang itu Tjiu Ing teman lama yang sudah 20 tahun tidak bertemu, langsung aja saya sapa dan ternyata memang benar dia. Kami lalu duduk bertiga ngobrol sambil nunggu yang lain. Tidak lama kemudian Ita pun muncul di hadapan kami disusul oleh Erfan, Harland dan Poppy yang masuk barengan. Akhirnya tiba saat yang ditunggu-tunggu, kami dipanggil untuk segera naik ke pesawat, di pesawat kami duduk dengan formasi Erfan duduk sendirian di bangku paling depan pesawat, saya dan Louis di samping pintu darurat, Poppy dan Tjiu Ing beberapa row di belakang kami dan Ita serta Harland lebih di belakang lagi.

Akhirnya kami mendarat di tengah-tengah cuaca yang sedikit gerimis, cukup bagus untuk ukuran kondisi cuaca saat ini. Setelah mengambil bagasi, kami keluar dan ternyata di depan terminal kami sudah disambut oleh Edy, Jemmy dan Renyut yang memang khusus menjemput rombongan kami dengan 2 mobil (thanks bro). Kami langsung ke mobil, Jemmy dan Erfan bersama Ita, Poppy dan Tjiu Ing, di mobil yang lain saya, Louis, Harland bersama Edy dan Renyut. Dalam perjalanan Edy masih tetap Edy yang dulu yang selalu dengan lawakan khas nya “Aneka Ria Safari” menghibur kami di mobil. Btw Edy ini sekarang ketua partai loh dan saya belum pernah lihat ada ketua partai yang bisa sekonyol ini. Kami langsung menuju ke Restaurant Runtono untuk Technical Meeting.

Menjelang jam 13.00 siang kami tiba di Restaurant Runtono saya langsung masuk dan disana sudah tampak wajah-wajah yang tidak asing tapi sudah banyak berubah. Satu persatu teman-teman lama kami datang, seingat saya siang itu yang hadir adalah: Harland, Erfan, Louis, Poppy, Ita, Tjiu Ing, Jemmy, Edy, Renyut, Fuenny, Lily, Dharma, Aseng, Tonrun, Irwan, Leo, Jane, Lie Siao Phang, Nimmy, Onge, Karsono, Jauw, Lo Kia Kiang, Feni dan beberapa teman dari kelas lain yang saya tidak ingat namanya serta saya sendiri.

Technical Meeting

Technical Meeting berubah menjadi acara kangen-kangenan, suasana menjadi riuh terlebih setelah Nimmy datang. Nimmy yang dulu saya kenal adalah orang yang kalem, pendiam dan pemalu tapi sekarang jauh berubah, Nimmy sekarang adalah pribadi yang ceria dan paling ramai. Saat pembahasan budget ternyata dana kita tidak cukup untuk menyewa video shooting, Aseng langsung mengeluarkan usul supaya kita langsung menyiapkan kotak saja untuk menyumbang langsung saat itu juga sesuai dengan kerelaan masing-masing, dan ternyata benar, biaya shooting video langsung tertutupi dari hasil sumbangan saat technical meeting. Setelah kira-kira jam 15.00 technical meeting selesai dan kami langsung berangkat ke hotel untuk check-in, saya sendiri balik ke rumah terlebih dahulu untuk mengambil mobil. Thanks to Tonrun yang sudah menyediakan makan siang dan tempat untuk Technical Meeting.

Malam itu setelah saya beramah-tamah dengan mertua dan keluarga yang lain, saya lalu bergabung kembali dengan teman-teman di Hotel Santika – Makassar. Kami ngobrol sampai jauh malam saya baru balik ke rumah kira-kira setelah jam 02.00 pagi, yang hadir di kamar pada malam itu adalah saya, Nelly, Erfan, Harland, Louis, Feni, Ita, Sammy, Yanni dan Edwin.

Jam 6 pagi saya sudah terbangun dan langsung mandi kemudian bersiap-siap setelah itu langsung menuju ke hotel untuk menjemput teman-teman yang lain. Tepat pukul 08.00 pagi saya tiba di depan SMP Frater Thamrin – Makassar, sekolah yang terakhir kali saya lihat 20 tahun yang lalu. Saat melangkah ke dalam, terlihat sudah sangat banyak perubahan bagian SD dan SMP hampir menyatu dan hanya di pisahkan oleh pagar terali, bagian gedung sisi kiri yang dulunya antara lain menjadi kamar penjaga sekolah (Mone’) tempat kami biasanya nongkrong pada jam istirahat untuk menikmati donat dan teh manis kini telah hilang.

Po-Li-Ing member

Kami langsung menuju ke aula untuk menyiapkan acara. Aula nyaris tak berubah, hanya saja kelas-kelas kami saat kelas II sudah menghilang. Acara dimulai dengan berbagai kata sambutan baik dari pihak sekolah maupun dari kami mantan murid ada sedikit rasa bangga saat Bapak Franciscus Rodin mengatakan bahwa angkatan kami adalah angkatan yang paling berprestasi untuk olah raga sepak bola dan selalu menjadi juara untuk setiap pertandingan antar sekolah.

Aula

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan peralatan olah raga seperti bola kaki, bola basket bola volley, net volley dll lalu foto bersama. Lambertus datang setelah itu, dulu dia begitu kurus dan kecil tapi sekarang dia tinggi besar, maklum saja karena sekarang dia adalah Kapten Polisi di Polwil.

Aula SMP Frater

Setelah kami melakukan tour keliling sekolah, kami mengunjungi bekas kelas kami saat kami masih sekolah dulu. Kami duduk di bangku kami masing-masing, rasanya kelas yang dulu terasa luas sekarang menjadi sempit, mungkin karena badan kami yang bertambah besar. Tiba-tiba kepala sekolah yang menemani kami menulis suatu soal di papan tulis dan mau mengetes kami apakah kami masih ingat pelajaran-pelajaran kami saat masih SMP, untunglah Jauw yang saat itu maju ke depan masih dapat menjawab soal tersebut.

Kelas IIIc after 20 years

Selesai tour sekolah, kami kembali foto bersama dan muncul seorang wanita dengan penampilan yang wow sampai tidak bisa kami kenali tapi setelah dia memberitahu namanya, kami baru ingat dia adalah Liang Bie Kiu yang dulu kecil dan pemalu. Setelah itu beberapa dari kami mau mencoba untuk kembali bermain sepak bola olah raga favorit kami saat sekolah dulu. Lawan kami adalah murid-murid SMP sekarang dan meskipun dulunya angkatan kami adalah jagoan sepak bola tapi saat ini dengan usia yang sudah tidak muda lagi, napas kami ngos-ngosan untuk mengejar bola, untunglah kami tidak kalah bisa malu kalau mantan juara kalah. Sekolah kami sekarang terlihat kecil di mata kami padahal dulu saat kami masih bersekolah kelihatannya luas dan ukuran sekolah tidak ada yang berubah, faktor psikologis karena sekarang berbadan besar? maybe.

Tangga SMP Frater

Selesai acara di sekolah atau kira-kira pukul 12.00 siang kami beramai-ramai ke RM. Kenangan spesialis pangsit mie. Disini Karsono banyak bercerita kepada kami tentang pengalaman hidupnya, bagaimana dia bisa bangkit dari bawah sampai menjadi salah satu orang tersukses di Kendari, bravo my friend betul-betul menjadi motifasi buat kita-kita semua. Satu lagi yang membuat saya kagum adalah Herman Lovis mantan teman sebangku dulu, sekarang dia sangat rohani.

Selesai lunch yang mengenyangkan kami balik ke hotel tapi tidak langsung masuk ke kamar melainkan langsung ke lantai 11, tempat sauna dan whirpool. Kami sauna beramai-ramai sambil ngobrol. Yang ikut adalah saya, Louis, Jemmy, Erfan, Irwan, Renyut dan Lambertus. Kami ngobrol dan ledek-ledekan sampai hampir pukul 16.00 sambil berendam air panas. Setelah selesai, saya mandi lalu saya, Louis dan Erfan balik ke kamar, dan disana sudah ada Harland. Saya buru-buru menyelesaikan video editing untuk ditampilkan di acara malam nanti, sekalian jadi copywriter dadakan untuk teks di video nya.

Akhirnya pukul 18.00 kami sudah siap dan menunggu di bawah untuk bersiap ke lokasi acara, dan ternyata baru berangkat pukul 19.15 karena harus menunggu beberapa teman yang belum siap. Tiba di lokasi acara pukul 17.30 peserta yang datang sudah lumayan banyak, beberapa mantan guru juga sudah tiba. Satu persatu teman-teman kami tiba dan suasana mulai ramai dan hiruk pikuk, semua saling melepas kangen maklum 20 tahun loh. Akhirnya acara pun dimulai dengan kata-kata sambutan baik dari guru maupun dari kami mantan murid, kata sambutan dari Renyut mengenai ibu asuh sungguh menyentuh, saya masih ingat bagaimana kerasnya Pak Nifin dulu mendidik kami bahkan tidak segan-segan menampar, tapi tamparan itulah yang menjadikan kami seperti sekarang ini, Pak Paceli mantan guru kami sempat mengatakan kalau jaman sekarang mendidik anak susah, anak di bentak sedikit saja sudah lapor polisi, padahal jaman kami dulu ditampar pun tidak ada masalah. Acara dinnernya berlangsung seru karena Harland yang malam itu bertindak sebagai MC memandu acara dengan sangat baik. Ita yang sejak dulu adalah primadona di kelas kami malam itu kembali menjadi pusat perhatian cowok-cowok. Selesai acara makan-makan acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para mantan guru-guru kami.

Pantai Gapura

Saat hari semakin malam, para mantan guru kami mulai beranjak pulang, saat itulah acara semakin seru, Eddy yang tadinya kalem saat para mantan guru masih ada kini mulai dengan lawakanya yang khas (untung nggak ada anggota partainya yang ngeliat). Satu-persatu teman-teman kami yang punya talenta bernyanyi seperti Lambertus, Harland, Riri, bahkan Nimmy maju untuk menghibur teman-teman, Renyut juga mengajak kami untuk menari Poco-poco. Akhirnya acara pada malam itu berakhir sekitar pukul 23.30 dan kami harus bubar padahal di hati masih pengen ngumpul.

Malam itu saya nginap di hotel, dan kami (saya, Erfan, Eddy, Renyut, Harland, Louis, Riri, Nelly, Feny dan Ita) ngobrol sampai jauh malam. Setelah sekitar jam 02.00 pagi Renyut, Eddy, Riri dan Louis pulang, dan kami yang tersisa tetap melanjutkan obrolan hingga pukul 05.00 pagi baru kami balik ke kamar masing-masing (saya tidur di kamar 505), hari sudah hampir pagi bahkan koran Kompas yang biasanya dibagikan disetiap kamar hotel sudah menggantung di pintu kami.

Saya hanya sempat tertidur selama 1,5 jam dan jam 7 pagi sudah terbangun lagi. Saya langsung pulang untuk mandi dan jam 8 sudah siap lagi di hotel. Hari ini menurut jadwal kami akan berwisata ke Bili-bili, sekitar 40km dari kota Makassar, jadi meskipun mata masih di serang kantuk karena kurang tidur tapi karena ini adalah acara beramai-ramai maka saya bela-belain untuk tetap bangun sepagi mungkin. Jam 10.00 kami berangkat dengan menggunakan beberapa kendaraan, di mobil saya ada Erfan, Nelly, Feni dan Mei Li. Sebelum menuju Bili-bili kami mampir ke Gelael untuk membeli beberapa cemilan dan mengisi bahan bakar. Perjalanan kesana kurang nyaman karena kondisi jalan berlubang di beberapa spot, untunglah jarak Bili-bili dari kota Makassar tidak terlalu jauh. Kami tiba kira-kira pukul 12.00 dan langsung berkumpul di salah satu warung makan yang banyak bertebaran.

Bili-bili

Siang itu menu kami adalah ikan bakar, ikan goreng, ayam goreng, kangkung tumis dan sambel. Nikmat karena memang kami sedang lapar-laparnya. Selesai makan kami ngobrol dan saling ngerjain, karena acara hari ini adalah acara bersama dengan keluarga maka beberapa dari kami turut membawa pasangan dan anak-anak.

Bili-bili

Acara selesai pukul 14.00 dan kami berangkat untuk kembali ke kota. Ada perubahan formasi di mobil saya, Meili pindah ke mobil yang lain dan Herman Lovis pindah ke mobil saya. Rencananya kami mau mampir ke makam Hardi tapi karena tiba-tiba hujan deras sesaat setelah kami berangkat dari Bili-bili maka rencana tersebut dibatalkan. Di perjalanan kami saling menelepon dan berniat untuk mampir makan jagung bakar. Akhirnya kami mampir dan tidak kurang dari 50 tongkol jagung kami lahap. Memang nikmat menikmati jagung bakar di saat hujan. Sayang Harland dan Ita tidak bisa ikut bergabung, karena Harland pagi ini sudah balik Jakarta untuk suatu urusan, dan Ita sore ini juga harus balik ke Jakarta.

Saya mengantar teman-teman satu persatu kembali ke rumah masing-masing, setelah itu saya pulang untuk mencoba tidur sebentar karena baru pukul 17.00 dan mata terserang kantuk luar biasa. Saya mencoba untuk memejamkan mata tapi tidak bisa tertidur, akhirnya saya mandi dan mulai menelepon beberapa teman lain selain dari teman-teman SMP Frater sampai akhirnya ada teman yang menjemput saya untuk nongkrong di Mal Ratu Indah.

Kira-kira pukul 20.00 saya menjemput Nelly dan Erfan lalu langsung menuju ke hotel. Rencananya malam ini kami diundang oleh Liang Bie Kiu untuk makan malam di rumah makan miliknya. Karena hari sudah semakin malam, saya, Nelly dan Erfan meninggalkan Herman Lovis dan Mei Li yang menunggu Poppy untuk menjemput Lily dan Jane. Setelah itu langsung menuju ke tempat Liang Bie Kiu untuk bergabung dengan teman-teman yang lain. Disana sudah berkumpul Mei Siang, Lambertus, Edy, Tjiu Ing, Feny dan Louis. Kami ngobrol hingga pukul 22.30 sambil menikmati hidangan yang disiapkan oleh tuan rumah lalu kembali ke hotel, thanks to Liang Bie Kiu untuk jamuannya. Dihotel kami melanjutkan obrolan hingga pukul 24.00. Akhirnya kami bubar untuk kembali beristirahat. Saya mengantar Jane, Lily, Feny dan Nelly ke rumah mereka masing-masing, lalu saya dan Erfan kembali ke hotel untuk beristirahat.

Pagi itu saya terbangun pukul 06.30, hari sudah terang. Hari itu adalah hari terakhir saya di makassar. Saya segera balik dari hotel ke rumah untuk bersiap-siap. Sesampai di rumah, saya segera mnghubungi Edy untuk minta tolong menjemput saya di rumah, setelah itu saya langsung mandi dan mempersiapkan barang-barang bawaan saya.

Pukul 07.30 Edy sudah tiba bersama Louis di depan rumah saya, dan kamipun langsung berangkat menjemput Nelly lalu langsung ke hotel untuk berkumpul. Tiba di hotel Erfan sudah siap, kami lalu menunggu teman-teman lain untuk turun. Tidak lama kemudian Tjiu Ing turun dan langsung berangkat dengan Mei Siang karena ada urusan lain terlebih dahulu, rencananya Tjiu Ing akan berangkat ke airport sendiri. Setelah Poppy turun kira-kira pukul 09.15, kami langsung berangkat dengan menumpang mobil Edy, di mobil tersebut ada saya, Edy, Feny, Louis dan Poppy.

Kami tiba di airport satu jam kemudian, dan saya langsung masuk untuk check-in. Selesai check-in saya segera keluar kembali untuk bergabung dengan teman-teman yang tadi mengantar. Kami makan siang di KFC dengan di traktir oleh Edy. Erfan, Nelly, Renyut tiba tidak lama kemudian dan bergabung dengan kami di KFC. akhirnya pukul 11.30 kami sudah harus masuk ke ruang tunggu. Hujan deras mengguyur Makassar seakan tidak rela kami meninggalkan kota Makassar, pesawat kami yang seharus nya terbang pukul 11.55 mengalami delay dan baru terbang sekitar pukul 12.45. Di ruang tunggu ternyata Tjiu Ing sudah masuk duluan sebelum kami. Akhirnya kami pun meninggalkan kota Makassar untuk kembali ke aktifitas kami masing-masing :(.

Rasanya reuni seperti ini perlu untuk diadakan rutin. Ya, saya yakin di dalam hati kami masing-masing tersimpan kerinduan untuk berkumpul kembali satu saat nanti. Buat yang pada kesempatan ini tidak ikut reuni, next time jangan sampai tidak.

Advertisements
Comments
  1. Jauw says:

    Wow… salut buat Remiel yang sudah merangkum pengalaman reuni dengan ‘description’ yang cukup rinci. Yang pasti apa yang dijabarkan Remiel di sini, masih belum dapat merepresentasikan perasaan ‘haru-biru-merah-kuning-hijau’ yang ada. Pesan saya satu, yang pasti, kalau ada event seperti ini lagi… “Don’t ever missed it”

  2. Remiel says:

    Jauw, ini baru mulai belajar nulis… hehehe

  3. Feny says:

    Wah…. sudah 10 hari lalu reuni tapi jadi terharu kembali setelah baca “novel”nya Yanto. he..he..he… Masih cukup banyak foto-2 di kameraku yang sdh di copy Tonrun tapi nggak tau apakah sudah dipublikasikan,Ton ? Bener-2 luar biasa ya kita bisa ngumpul setelah 21 tahun. Yg lebih luar biasa lagi meskipun body sudah tambah subur tapi hobby humoris dan saling ‘patotoai’ masih tetap ciriwanti anak-2 es em pe. Ok guys, keep posting yah….

  4. Poppy says:

    Liat blog nya remiel “yanto tulang”, gak nyangka aja bisa tell strory reuni SMP Frater is quite detail. Yant, badly sure that u can write novel in the future. BTW, just wanna say “Terima Kasih” kepada temen2 yg byk membantu aq saat disana. I admit that aq tuh so “letoy”, cause I was sick before pergi ke Makassar. Foto yg aq palingsuka is foto kita2 semua ditangga sekolah. One more thing, salut ama Edy, Harland, Nelly etc. and u too. And U guys make the the reunion “unforgetable” See ya later

  5. Rivermaya says:

    kakak kelasku yah ? 🙂

  6. Remiel says:

    Rivermaya mantan SMP Frater Makassar ?

  7. Rivai says:

    Saya angkatan 84, ada informasi dengan teman – teman angkatan 84 nggak ??
    ( Rivai – Sumbawa Barat )

  8. wilfried says:

    ada foto foto sekolah smp frater ngak?? sama ruang kelas dan guru guru yang lamanya……saya angkatan 87 smp frater, kontak email: wilfried_manurung@yahoo.co.id. ok. tq

  9. Remiel says:

    Hi Wilfried, ada beberapa foto sih nanti bisa saya share, btw posisi kamu dimana?

  10. randy says:

    sip..boss, gitu dong baru anak makassar. hidup alumni smp frater thamrin.

  11. Renvine Paima Siregar says:

    Wah.. aq terharu bacanya lho.. Setelah sekian tahun lamanya bertemu teman2 SMP yang dulunya masih pada ABG, ktemu2 dah pada jadi ibu dan bapak neeh… Seru bgt baca ceritanya. O´ ya aq angkatan SMP Frater UP thn 89.

  12. Remiel says:

    Hi Renvine dan Randy, terima kasih karena sudah meluangkan untuk membaca tulisan saya.
    Ayo dimulai dong untuk menghubungi teman2 lamanya biar bisa reuni juga.
    Kalau sudah cukup banyak terkumpul kayaknya seru juga untuk bikin reuni akbar.

  13. Renvine Paima Siregar says:

    Aq juga lagi cari2 teman2 angkatanku dl. Itu juga baru ktemu 1 org (rivermaya). Paling reuni by email atw facebook aja kali ya..soalnya kejauhan buat aq. Ok salam kenal aja ya…

  14. dave says:

    Halo boss, saya angktn 85, ada teman2 dari kelas 3B??? kalo ada acara reuni infonya dimana yach… kali aja bisa ikut… trims buat remiel udah share acaranya… salam kenal..

  15. Remiel says:

    Hi Dave, biasanya dari ngumpul2 beberapa orang aja, terus mulai cari kontak ke kelas2 yg lain, sampai akhirnya sudah terkumpul cukup banyak baru diadakan reuni seluruh kelas dalam angkatan yg sama. Coba aja mulai dikumpulin lagi nomor telepon teman2nya.

  16. dave says:

    20 th ga ktmuan, contactnya udah lupa semua ..hik..hik.. tapi teman2 dan guru2 masih ingat .. masa2 di smp frater emang seruu.. teman2ku yg gokil: chepy, ichaz, kochak, lik hui, indri, memi, sherly, jonidy (prof gila) dimana gerangan anda semua?? btw, remiel angk. berapa ya?? o, iya, kalo ada info please send me email via: davidriva@ymail.com. tks a lot..

  17. ken tjia says:

    I would like to contact you about SMP Frater, i was there in 1970, briefly and left for USA
    and never been back, i want to know more.

    Kindly reply me
    thanks

    Ken Tjia
    Vancouver, BC
    Canada

  18. salam sejahtera untuk para alumni di mana pun berada, Tuhan menyertai kalian di mana pun berada, informasi SMP frater kini hadir dalam blog SMP Frater dalam bentuk buleti informasi pendidikan (BIDIK) SMP Frater. apabila para alumni ingin memperoleh informasi mengenai alumni, mengenai sekolah, silahkan miliki BIDIK dengan memesan langsung ke SMP Frater (0411)312557

  19. tamasolusi says:

    Nice post …Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s